Sabtu, 26 Mei 2018

Sosial


Pemuda Pemudi Adat



            Indonesia memiliki keberagaman suku serta adat-istiadat. Maka dari itu Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) membuat sebuah organisasi sayap yang di khususkan untuk pemuda-pemudi Nusantara yang dinamakan dengan Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN). Kemah pemuda adat merupakan langkah awal terbentuknya PD BPAN Osing di Banyuwangi yang di selenggarakan pada 27-29 Januari 2017 di Dusun Wonosari Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Banyuwangi yang di hadiri beberapa komunitas adat osing di Banyuwangi yaitu : Kemiren, Olehsari, Glagah, Kenjo, Andong, Aliyan, Bakungan, Alas Malang dan Banjar.
















Tujuan dari kegiatan ini adalah saling mengenal dan berbagi informasi terutama tentang Masyarakat adat osing yang tersebar di Banyuwangi. Dalam kegiatan ini pula di bekali dengan pengetahuan sejarah terbentuknya suku osing yang tersebar di wilayah tengah dan selatan Banyuwangi.

PD BPAN Osing memiliki sekitar 45 Anggota yang terdiri dari beberapa komunitas adat Osing di Banyuwangi yaitu : Kemiren, Glagah, Andong, Taman Suruh, Kenjo, Olehsari, Banjar, Bakungan, Bonyolangu, Alian, Alas Malang, Mangir, Rogojampi, Rejopuro, dan Mandaluko. Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan salah satunya yaitu Jelajah Osing yang merupakan media kita untuk berdiskusi.

1.      Jelajah Osing


Jelajah Osing Merupakan kegiatan yang di adakan di dalam komunitas atau desa adat secara bergilir satu dengan lainya dengan tujuan menggali potensi dan lebih mengenal masyarakat adat itu sendiri dengan lebih dekat. Mendiskusikan kondisi-kondisi terkini di desa, krisis identitas, penguatan pengetahuan lingkungan,adat istiadat, seni serta budaya.
Sebagai media silaturahmi pemuda antar desa yang mayoritas bersuku osing. Serta pengenalan kearifan lokal yang akan jarang di temukan jika tidak ada penggalian data lebih intensif. Membuka wawasan pemuda tentang kearifan lokal Banyuwangi yang kaya akan ritual dan tradisi.


A.    Daftar Kegiatan Jelajah Osing
Jelajah Osing di awali dengan Workshop penulisan dan penusunan data budaya Using sebagai katalog atau ensikopedia kebudayaan using di Banyuwangi pada hari Minggu, 12 Maret 2017 di Dusun Andong, Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah-Banyuwangi.
Jelajah Osing ke-2 di adakan di Desa Glagah Kecamatan Glagah-Banyuwangi pada Minggu,10 April 2017. Kali ini kami kemas lebih menarik dengan metode permainan “Warung Kopi” dengan tujuan semua orang akan mengapresiasikan pendapatnya.
Jelajah Osing ke-3, kali ini kita ingin berkeliling lebih jauh lagi di Desa Mangir,Kecamatan Rogojampi-Banyuwangi pada 14 Mei 2017. Pengembangan seni dan budaya merupakan yang kami ambil agar anggota kami dapat menggali potensi dirinya.
Jelajah Osing ke-4 yang di selenggarakan pada 09 Juli 2017 di Desa Kenjo, Kecamatan Glagah-Banyuwangi. Diikuti kurang lebih 35 orang Pemuda dari berbagai komunitas adat.

2.      Next Generation Indigenous People


Pelatihan fasilitator generasi penerus masyarakat adat pada 16 Agustus – 6 September 2016 di Sungai Utik Kalimantan Barat. Kegiatan ini di ikuti  24 peserta dari beberapa wilayah di indonesia di antaranya : Kalimantan utara, Kalimantan selatan,Kalimantan Timur,Kalimantan Utara,Kalimatan Tengah, Sulawesi Barat, Papua, Sumatra, Jawa., Minahasa, dan Medan
Pembekalan materi, mental dan tanggung jawab di berikan pada kegiatan ini, hidup berdampingan bersama masyarakat membuat peserta lebih berbaur dan belajar kehidupan “Suku Dayak Iban”. Peserta di haruskan untuk memenuhi kebutuhanya sendiri dengan cara membagi piket setiap harinya untuk memasak,berolah raga dan membesihkan tempat pertemuan.

Tidak hanya itu peserta juga berdikusi tentang kehidupan adat di wilayahnya,perekonomian, agama, sosial dan budaya di masa dulu,kini dan yang akan datang. peserta juga di ajarkan bagaimana metode-metode yang tepat untuk mempersatukan pemuda untuk membangun , mempertahankan dan menggali sejarah desanya.

Kegiatan ini di laksanakan untuk mencetak generasi penerus adat  menemukan cara-cara ampuh yang telah atau tengah dilakukan oleh para Pemimpin Adat dalam upaya menyelamatkan tanah leluhur, Mengetahui hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam upaya penyelamatan itu, Mencari tahu cara pengambilan keputusan di komunitas, dan Mengidentifikasi peran Generasi Penerus dalam Kepemimpinan Adat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar