Pemuda Pemudi Adat
Indonesia
memiliki keberagaman suku serta adat-istiadat. Maka dari itu Aliansi Masyarakat
Adat Nusantara (AMAN) membuat sebuah organisasi sayap yang di khususkan untuk
pemuda-pemudi Nusantara yang dinamakan dengan Barisan Pemuda Adat Nusantara
(BPAN). Kemah
pemuda adat merupakan langkah awal terbentuknya PD BPAN Osing di Banyuwangi
yang di selenggarakan pada 27-29 Januari 2017 di Dusun Wonosari Desa Tamansuruh
Kecamatan Glagah Banyuwangi yang di hadiri beberapa komunitas adat osing di
Banyuwangi yaitu : Kemiren, Olehsari, Glagah, Kenjo, Andong, Aliyan, Bakungan,
Alas Malang dan Banjar.
Tujuan dari kegiatan ini adalah saling mengenal dan berbagi informasi terutama tentang Masyarakat adat osing yang tersebar di Banyuwangi. Dalam kegiatan ini pula di bekali dengan pengetahuan sejarah terbentuknya suku osing yang tersebar di wilayah tengah dan selatan Banyuwangi.
PD
BPAN Osing memiliki sekitar 45 Anggota yang terdiri dari beberapa komunitas
adat Osing di Banyuwangi yaitu : Kemiren, Glagah, Andong, Taman Suruh, Kenjo,
Olehsari, Banjar, Bakungan, Bonyolangu, Alian, Alas Malang, Mangir, Rogojampi,
Rejopuro, dan Mandaluko. Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan salah satunya
yaitu Jelajah Osing yang merupakan media kita untuk berdiskusi.
1. Jelajah Osing
Jelajah Osing Merupakan kegiatan yang di adakan di
dalam komunitas atau desa adat secara bergilir satu dengan lainya dengan tujuan
menggali potensi dan lebih mengenal masyarakat adat itu sendiri dengan lebih
dekat. Mendiskusikan kondisi-kondisi terkini di desa, krisis identitas,
penguatan pengetahuan lingkungan,adat istiadat, seni serta budaya.
Sebagai
media silaturahmi pemuda antar desa yang mayoritas bersuku osing. Serta
pengenalan kearifan lokal yang akan jarang di temukan jika tidak ada penggalian
data lebih intensif. Membuka wawasan pemuda tentang kearifan lokal Banyuwangi
yang kaya akan ritual dan tradisi.
A.
Daftar Kegiatan Jelajah Osing
Jelajah
Osing di awali dengan Workshop penulisan dan penusunan data budaya Using sebagai
katalog atau ensikopedia kebudayaan using di Banyuwangi pada hari Minggu, 12
Maret 2017 di Dusun Andong, Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah-Banyuwangi.
Jelajah
Osing ke-2 di adakan di Desa Glagah Kecamatan Glagah-Banyuwangi pada Minggu,10
April 2017. Kali ini kami kemas lebih menarik dengan metode permainan “Warung
Kopi” dengan tujuan semua orang akan mengapresiasikan pendapatnya.
Jelajah
Osing ke-3, kali ini kita ingin berkeliling lebih jauh lagi di Desa
Mangir,Kecamatan Rogojampi-Banyuwangi pada 14 Mei 2017. Pengembangan seni dan
budaya merupakan yang kami ambil agar anggota kami dapat menggali potensi
dirinya.
Jelajah
Osing ke-4 yang di selenggarakan pada 09 Juli 2017 di Desa Kenjo, Kecamatan
Glagah-Banyuwangi. Diikuti kurang lebih 35 orang Pemuda dari berbagai komunitas
adat.
2. Next
Generation Indigenous People
Pelatihan
fasilitator generasi penerus masyarakat adat pada 16 Agustus – 6 September 2016
di Sungai Utik Kalimantan Barat. Kegiatan ini di ikuti 24 peserta dari beberapa wilayah di indonesia
di antaranya : Kalimantan utara, Kalimantan selatan,Kalimantan Timur,Kalimantan
Utara,Kalimatan Tengah, Sulawesi Barat, Papua, Sumatra, Jawa., Minahasa, dan
Medan
Pembekalan
materi, mental dan tanggung jawab di berikan pada kegiatan ini, hidup
berdampingan bersama masyarakat membuat peserta lebih berbaur dan belajar
kehidupan “Suku Dayak Iban”. Peserta di haruskan untuk memenuhi kebutuhanya sendiri
dengan cara membagi piket setiap harinya untuk memasak,berolah raga dan
membesihkan tempat pertemuan.
Tidak
hanya itu peserta juga berdikusi tentang kehidupan adat di
wilayahnya,perekonomian, agama, sosial dan budaya di masa dulu,kini dan yang
akan datang. peserta juga di ajarkan bagaimana metode-metode yang tepat untuk
mempersatukan pemuda untuk membangun , mempertahankan dan menggali sejarah
desanya.
Kegiatan
ini di laksanakan untuk mencetak generasi penerus adat menemukan
cara-cara ampuh yang telah atau tengah dilakukan oleh para Pemimpin Adat dalam
upaya menyelamatkan tanah leluhur, Mengetahui hambatan-hambatan yang mereka
hadapi dalam upaya penyelamatan itu, Mencari tahu cara pengambilan keputusan di
komunitas, dan Mengidentifikasi peran Generasi Penerus dalam Kepemimpinan Adat.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar